RAINFOREST ALLIANCE GANDENG POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP DALAM KEGIATAN PROJECT SASCI+ DI POSO SULTENG

Dr. Reta memberikan penjelasan terkait proses pemilihan biji kopi yang berkualitas.
Dr. Reta memberikan penjelasan terkait proses pemilihan biji kopi yang berkualitas.

KANALKATA.COM, POSO – Program Rantai Pasok Pertanian Berkelanjutan di Indonesia atau dikenal SASCI+ (Sustainable and Value Added Agriculture Supply Chain in Indonesa) di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah memasuki fase akhir, dimana kontrak kerja dimulai januari 2023 sampai juni 2024.

Kegiatan tersebut diharap menjadi bahan evaluasi terutama diproses bisnis kopi berkelanjutan di wilayah dampingan.

GIZ bersama Rainforest Alliance (RA) yang merupakan mitra pelaksana melakukan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas Kelompok Tani dan pendapatan petani lewat pengolahan hasil kopi pasca panen pada bulan Mei-Juni 2024.

Sebagai bagian yang dapat memastikan petani memahami proses bisnis Kopi.

Kegiatan dilaksanakan sejak Minggu 02 Juni hingga Kamis 06 Juni 2024 di beberapa Desa di Kecamatan Lore Peore dan Lore Tengah Kabupaten Poso.

Dalam kegiatan itu, RA bersama Dr. Reta, dari Politeknik Pangkep sebagai Expert RA, melakukan kegiatan pelatihan dengan berbagai materi tentang budidaya kopi dari hulu – hingga hilir.

Dr. Reta dari Rainforest Alliance sebagai Expert Coffee program SASCI+ yang memberikan penyuluhan kepada sejumlah petani kopi.

Selain itu juga melakukan pembentukan dan penguatan kelompok serta praktek edukasi pengolahan kopi pasca panen .

Hal ini dimaksudkan untuk peningkatan pendapatan petani lewat manajemen kebun dan diversifikasi yang baik, selain juga petani telah belajar tentang praktek budidaya tanaman berkelanjutan.

“Dalam program SASCI+ selain petani belajar praktek budidaya yang baik, kami juga mendorong peningkatan pendapatan petani lewat pengolahan dan peningkatan mutu biji kopi yang sesuai SNI yang ada di Indonesia.”Jelasnya.

Lanjut ia sampaikan, bahwa Penguatan kelembagaan dan keterlibatan perempuan serta pemuda juga didorong untuk keberlanjutan praktek usaha pertanian.

“Dalam pelatihan ini, perempuan kami libatkan dalam proses pasca panen agar dapat membantu para suami yang bekerja sebagai petani, dan perempuan bisa bekerja pada fase pengolahan pasca panen,” Tutur Dr. Reta, yang juga seorang Akademisi dari Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Program Studi Agro Industri.

Selain di perkenalkan dengan proses panen yang baik, petani juga belajar cara pengolahan kopi dimulai pada proses pemetikan buah, penjemuran, pengenalan beberapa jenis pengolahan seperti natural, semi wash, full wash hingga honey.

Petani juga belajar tentang Sortasi buah kopi dan biji kopi, cupping kopi, proses roasting, pembubukan hingga pengemasan dan pemasaran.

Kedepan, dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu petani mandiri dalam banyak hal, terutama proses bisnis di Tanaman Kopi yang dinilai masa depannya akan membaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *