PMII Poso Ajak Hormati Hasil Pemilu 2024

Oplus_131072

Kanalkata.com, Poso – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Poso ajak masyarakat hormati pemilu. Hal itu disampaikan oleh Anissa, Ketua PMII Kabupaten Poso.

Lanjut ia katakan bahwa, Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk merajut kembali persatuan dan rekonsiliasi bangsa. “Kami berharap masyarakat tidak terpicu dengan dugaan mengenai pelanggaran pemilu yang terus – terusan,”Tuturnya.

Jangan sampai terpancing dengan narasi-narasi yang menumbuhkan kecemasan publik dan berpotensi memecah belah.Ia menjelaskan budaya bangsa Indonesia sangat kental dengan persaudaraan dan solidaritasnya yang tinggi.

Jangan sampai, hanya karena agenda lima tahunan seperti pemilu, lantas budaya tersebut luntur.

“Sahabat-sahabat, sekalipun kita pribadi berbeda pilihan, mari kita tetap bersahabat dan menjaga Indonesia, pastinya terus kita mengawal keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kedepannya,” kata Annisa, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2024).

Ia juga ingatkan harus tetap menjaga kondusivitas dan persatuan Indonesia negara hukum, ketika ada ketidakpuasan dapat dilaporkan kepada pihak terkait.

“Silakan jika ada ketidakpuasan dalam hasil pemilu, setiap warga punya hak untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran tersebut namun harus berdasarkan bukti dan data. Kemenangan ataupun kekalahan dalam berkompetisi adalah hal yang wajar.”Jelasnya.

Bahwa yang lebih utama dari segala masalah bangsa ini yaitu rekonsiliasi untuk merajut persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan pemilu, adalah agenda yang patut disyukuri, karena masyarakat disemua lapisan bisa menentukan hak pilihnya.

Proses demokrasi tersebut selaras dengan semangat membangun bangsa yang sama yaitu mewujudkan kedamaian, keadilan dan kesejahteraan. Demikian pula dengan Ikhtiar yang sudah sama-sama dilakukan.

Mendorong dan mengajak masyarakat kembali mengingat bahwa masih banyak prioritas lain selain pemilu yang harus dikerjakan bersama-sama.

Yuk, kita jadi generasi cerdas, sekarang saatnya kita mengawal keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kedepannya, demi mewujudkan tatanan sosial yang demokratis.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *